Cakrawalanews.co- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu di wilayah Jawa Timur. “Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan potensi bencana,” ujar Sadono Irawan di Malang, Jawa Timur, Selasa (3/3).
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul maraknya peristiwa tanah longsor dan banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Malang baru-baru ini. Berdasarkan data resmi BPBD, dalam kurun waktu empat hari sejak Sabtu (28/2) hingga Selasa (3/3), tercatat telah terjadi 13 kejadian tanah longsor di wilayah tersebut. Peristiwa terbaru dilaporkan terjadi pada hari Selasa di jalan provinsi yang menghubungkan Malang dan Kediri, tepatnya di Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon. Meskipun tidak memakan korban jiwa, longsoran tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas sehingga petugas harus memberlakukan sistem buka tutup jalan bagi kendaraan yang melintas.
Selain tanah longsor, kejadian banjir juga tercatat telah melanda Kabupaten Malang sebanyak lima kali, salah satunya terjadi di Kelurahan Losari, Kecamatan Lawang. Meluapnya air sungai di wilayah tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat deras sehingga debit air tidak lagi tertampung. Berdasarkan hasil asesmen lapangan oleh BPBD, luapan air diperparah oleh adanya sumbatan rumpun bambu setebal kurang lebih lima meter yang menghalangi aliran sungai. Berdasarkan peta kerawanan bencana, BPBD mencatat ada 18 wilayah rawan longsor seperti Poncokusumo, Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, dan Dau, serta 17 lokasi rawan banjir yang meliputi wilayah Singosari hingga Lawang.
Situasi ini sejalan dengan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, yang menempatkan Kabupaten Malang sebagai daerah rawan cuaca ekstrem pada rentang waktu 1 hingga 10 Maret 2026. Fenomena cuaca ekstrem yang diwaspadai meliputi hujan intensitas sedang hingga deras, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kondisi ini dipengaruhi oleh gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), low frequency, dan gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur di saat beberapa wilayah sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. ( wa/T)












