Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Gus Fawait Tegaskan Anggaran Menu Makanan Bergizi Gratis di Jember Tidak Boleh Dipotong

×

Gus Fawait Tegaskan Anggaran Menu Makanan Bergizi Gratis di Jember Tidak Boleh Dipotong

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Tegaskan Anggaran Menu MBG
Gus Fawait Tegaskan Anggaran Menu MBG

Cakrawalanews.co-Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan peringatan keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak mengurangi anggaran menu dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah ditetapkan sebesar Rp10 ribu untuk porsi besar dan Rp8 ribu untuk porsi kecil. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) MBG bersama SPPG se-Kabupaten Jember secara daring pada Senin (2/3/2026) malam, meskipun dirinya sedang berada di Tanah Suci Makkah untuk menjalankan ibadah umrah.

“Saya mengingatkan agar tidak ada pengurangan anggaran menu yang telah ditetapkan,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa, 3 Maret 2026. Beliau menekankan bahwa alokasi Rp10 ribu untuk siswa SMP maupun Rp8 ribu untuk jenjang lainnya adalah hak penerima manfaat yang tidak boleh dikurangi sedikit pun. Gus Fawait menambahkan bahwa integritas menjadi kunci keberlanjutan program dan dirinya tidak ingin ada dapur yang harus disuspensi karena kelalaian atau pelanggaran.

Selain masalah anggaran, Pemkab Jember juga menyoroti pentingnya tata kelola yang baik, termasuk kelengkapan perizinan seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang belum memenuhinya. Gus Fawait menggarisbawahi pentingnya transparansi dan pengawasan dengan rencana memperkuat koordinasi melalui forum rutin bulanan serta penerapan sistem pelaporan harian dan pemasangan CCTV di setiap dapur. “Pentingnya transparansi dan pengawasan. Ke depan Pemkab Jember akan memperkuat koordinasi melalui forum rutin bulanan antara Satgas, SPPG, Korwil, Korcam, Camat, serta pihak puskesmas,” tuturnya.

Bagi Gus Fawait, program MBG bukan sekadar urusan makan siang, melainkan fondasi strategis menuju Indonesia Emas 2045. Beliau berkeyakinan bahwa kualitas sumber daya manusia yang sehat dan bergizi akan menjadi penopang kemandirian bangsa di masa depan. “Generasi yang sehat, cerdas, dan bergizi baik akan menjadi penopang kemandirian bangsa di masa depan. Pembangunan kualitas anak-anak hari ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang menentukan posisi Indonesia dalam percaturan global,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, program ini diprediksi akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 15 ribu orang melalui 270 dapur SPPG yang beroperasi. Gus Fawait melihat adanya efek berganda yang luar biasa bagi petani dan pelaku UMKM di Jember. “Angka tersebut belum termasuk efek berganda yang muncul dari rantai pasok bahan pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi,” ujarnya. Dengan estimasi perputaran dana mencapai Rp4 triliun—hampir setara dengan APBD Jember tahun 2026 yang berada di kisaran Rp4,3 triliun—program ini diharapkan menjadi motor penggerak sektor riil. “Tambahan perputaran dana tersebut akan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pengeluaran pemerintah, baik dari APBD maupun dukungan program nasional, menjadi motor penting dalam menggerakkan sektor riil,” pungkasnya menanggapi keluhan wali murid terkait ketidaksesuaian standar menu yang sempat muncul di kanal Wadul Gus’e.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *