Menurutnya, MHQ tingkat wilayah ini menjadi bukti bahwa pembinaan kader berbasis Al-Qur’an tidak berhenti pada seremoni. Dengan partisipasi 38 daerah dan proses seleksi berjenjang, PKS Jatim menunjukkan upaya sistematis dalam membangun tradisi Qur’ani di internalnya
Ketua Panitia Ramadhan DPW PKS Jatim, Darmidi, menambahkan bahwa pelaksanaan MHQ secara berjenjang dari tingkat daerah hingga wilayah menunjukkan konsistensi pembinaan kader berbasis nilai spiritual.
MHQ ini menghadirkan pesan kuat: di tengah dinamika sosial dan politik, fondasi nilai tetap menjadi pegangan utama.
“Hari ini kita membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini bisa menjadi gerakan besar pembinaan Al-Qur’an ke depan,” ujarnya.
Di antara ratusan peserta, satu sosok membuat suasana ruangan mendadak hening dan haru. Harianto (57), peserta asal Kota Madiun, merupakan tunanetra sejak lahir. Namun ia telah menghafal 11 juz Al-Qur’an.
Dengan suara tenang dan hafalan yang kuat, ia melantunkan ayat-ayat suci. Para peserta dan penguji terdiam, menyimak dengan takzim.












