Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Migrant Care Jember Buka Kanal Pengaduan bagi Pekerja Migran di Wilayah Konflik Timur Tengah

×

Migrant Care Jember Buka Kanal Pengaduan bagi Pekerja Migran di Wilayah Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto
Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto

Cakrawalanews.co Migrant Care Jember secara resmi membuka kanal pengaduan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan Timur Tengah, khususnya di Iran, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Koordinator Wilayah Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto, menyatakan langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan karena banyaknya warga Jember yang menggantungkan nasib di sana.

Saat dikonfirmasi melalui telepon pada Minggu, 1 Maret 2026, ia menegaskan, “Kami menyatakan keprihatinan dan membuka kanal pengaduan, mengingat banyak pekerja migran asal Kabupaten Jember yang bekerja di beberapa negara Timur Tengah.”

Sebagai organisasi advokasi, Migrant Care menilai ketidakpastian situasi saat ini berdampak langsung pada kondisi psikologis dan keselamatan para pekerja. Bambang menjelaskan bahwa, “Kondisi yang penuh ketidakpastian, dicekam rasa ketakutan dan berada di lokasi yang dekat dengan lokasi konflik akan membuat mereka merasa tidak aman dan merasa dalam ancaman.” Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dengan memperbarui informasi secara berkala serta menyiapkan rencana darurat. Menurutnya, “Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah-langkah dan rencana kontinjensi demi keselamatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah.”

Di tingkat lokal, Migrant Care Jember juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) guna memantau kondisi warga di desa masing-masing. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, sebab Bambang mengungkapkan, “Kami mendapatkan informasi dari salah satu kader Migrant Care bahwa ada pekerja migran yang pergi menyelamatkan diri dan situasi tersebut sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka.” Berdasarkan data per Maret 2026, tercatat ada 41.701 pekerja migran asal Jember, di mana 5.581 orang di antaranya berada di wilayah Eropa dan Timur Tengah.

Merespons situasi ini, Bupati Jember Muhammad Fawait yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah, menyampaikan komitmennya melalui pesan suara untuk terus memantau keadaan warga Jember di perantauan. Beliau memastikan bahwa pemerintah daerah akan menjalin komunikasi intensif dengan pihak diplomatik. “Kami akan terus memantau situasi dan kondisi terkini. Kalau pun ada warga asal Jember, kami akan terus berkoordinasi erat dengan KBRI. Kami tentu berharap WNI dari Jember dalam kondisi aman,” pungkasnya.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *