Berita UtamaCakrawala JatimPeristiwa

Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar demi Perkuat Ketahanan SDM dari Narkotika

×

Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar demi Perkuat Ketahanan SDM dari Narkotika

Sebarkan artikel ini
Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar.jpg
Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar.jpg

Cakrawalanews.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mendeklarasikan program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika hingga ke tingkat akar rumput.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta pemerintah daerah dalam upaya mengakselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kehadiran Menteri Desa PDT dan Kepala BNN RI memberikan penguatan moral serta teknis bagi desa-desa di Jawa Timur untuk bertransformasi menjadi wilayah bebas narkoba.

Menurutnya, kewaspadaan kolektif sangat dibutuhkan mengingat modus peredaran narkotika yang terus bermetamorfosis dan mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui efek adiksi yang merusak.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemprov Jatim yang mencakup aspek pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menekankan bahwa BNN saat ini mengedepankan pendekatan rehabilitatif dan vokasional agar mantan pengguna dapat kembali produktif. Suyudi juga mengimbau masyarakat untuk merangkul korban penyalahgunaan narkotika ketimbang mengucilkannya, guna mendukung proses pemulihan yang efektif.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pengaduan, BNN RI menyediakan layanan call center 184 untuk laporan peredaran narkoba maupun permintaan rehabilitasi. Selain itu, optimalisasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di fasilitas kesehatan dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di tingkat desa terus diperluas dengan melibatkan tokoh masyarakat serta tenaga kesehatan setempat.

Untuk proteksi dini, BNN RI menjalankan program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) yang didukung oleh Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Program ini menyisipkan edukasi bahaya narkotika ke dalam mata pelajaran sekolah tanpa membebani kurikulum yang sudah ada.

Mendes PDT, Yandri Susanto, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, yakni 8.494 desa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur menjadi wilayah bebas narkoba sangat bergantung pada keberanian dan langkah nyata desa-desa dalam melawan peredaran gelap narkotika di wilayah masing-masing.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *