
Kehadiran Beasiswa Pemuda Tangguh menghapus beban tersebut, bahkan memberikannya uang saku bulanan untuk menunjang aktivitas perkuliahan. Fitri kini bertekad menjadi sarjana pertama di keluarganya dan sukses berkarier sebagai pengembang teknologi.
Dukungan Pemkot Surabaya pun menjangkau mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), seperti yang dirasakan Anisah Wahyu Triska (21). Mahasiswi Universitas Wijaya Putra ini sempat berencana mengambil cuti kuliah karena usaha warung penyetan milik ibunya sedang sepi. Bantuan ini hadir sebagai “rezeki nomplok” yang memastikan Anisah tetap bisa berkuliah sambil membantu ibunya berjualan dan merintis karier sebagai konten kreator.
Ketiga srikandi muda ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Bagi mereka, program ini adalah investasi nyata bagi masa depan pemuda Kota Pahlawan. Melalui inisiatif ini, Pemkot Surabaya berkomitmen memastikan tidak ada lagi talenta muda yang harus berhenti mengejar ilmu hanya karena alasan biaya.( wa/had)












