
Lebih dari sekadar bantuan finansial, beasiswa ini menjadi jembatan bagi mereka yang nyaris putus sekolah akibat himpitan ekonomi di tengah jalan.
Salah satu kisah perjuangan datang dari Devina Shafira Yasmine (22), mahasiswi Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel. Sebagai anak yatim piatu, Devina sempat merasa dunianya runtuh saat biaya kuliah (UKT) tak lagi sanggup ia penuhi.
Namun, titik terang muncul saat ia terdaftar sebagai penerima beasiswa sejak semester empat. Kini, ia mantap menatap cita-citanya menjadi jaksa atau hakim tanpa bayang-bayang harus putus kuliah.
Semangat serupa dirasakan Ramadhani Fitriana (21), mahasiswi Universitas Negeri Surabaya. Anak dari seorang tukang potong rambut dan guru TK ini mengenang masa-masa sulit saat orang tuanya harus terlilit utang demi membiayai studinya.












