Pakde Karwo menegaskan, mulai tanggal 7 Desember 2015, perusahaan pasir tersebut akan mulai beroperasi lagi guna memenuhi kebutuhan pasir. “Diharapkan pertengahan Desember 2015, seluruh proyek di Jawa Timur bisa terpenuhi alur distribusi pasirnya,” ujarnya.
Dengan berhentinya pasokan pasir dari Kab. Lumajang berbagai proyek sempat terhenti dan melebih tenggat waktu penyelesaiannya, diantaranya Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto,dan Mojokerto-kertosono.
“sedangkan Proyek Pemerintah ada empat titik di Jalur Lintas Selatan (JLS) yakni Glenmer-Gendenglembu Banyuwangi, Gendelenmbu-Malangsari, Kalimujur-Bontoyudo Lumajangdan Jarit – Kalimujur. Ada satu proyek lagi yakni peninggian jalan di Kab. Bangkalan,” jelasnya.
Menindaklanjuti beberapa proyek yang terhenti, pihaknya telah melayangkan surat ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar bisa diberikan kelonggaran waktu penyelesaian proyek.












