- Bantuan Tahap III: Mencapai 70 truk yang berisi berbagai kebutuhan dasar, antara lain kasur, minyak goreng, mi instan, sosis, makanan siap saji, sabun, alat penjernih air, dan perlengkapan penunjang lainnya.
- Total Bantuan Keseluruhan: Bantuan ini berasal dari dua sumber.
- Bantuan Pemerintah: Mencakup 44.000 ton beras, 6.000 ton minyak goreng, dan kebutuhan lain dengan total nilai sekitar Rp1,2 triliun.
- Bantuan Sukarela (Kementan Peduli): Dihimpun dari pegawai Kementan dan mitra strategis (BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, PTPN) dengan total nilai mencapai sekitar Rp75 miliar.
- Keterlibatan TNI AL: KRI Makassar-590 turut mengangkut 310 personel Marinir. Personel ini disiapkan untuk melaksanakan prarekonstruksi dan rehabilitasi di wilayah terdampak.
”Bantuan yang kami kirimkan sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ke depan, insya Allah kami akan terus berupaya mengirimkan bantuan lanjutan,” tutur Mentan Amran.
Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung TNI AL dalam misi kemanusiaan ini. “Keikhlasan Angkatan Laut turun tangan langsung sangat luar biasa. Ini wujud pengabdian demi Merah Putih,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan bahwa personel Marinir disiapkan untuk mendukung tahapan prarekonstruksi dan rehabilitasi.
Selain membawa bantuan tahap III dan prajurit Marinir, KRI Makassar-590 juga mengangkut sisa bantuan Kementan Peduli tahap II (41 truk) dan tahap I (153 palet) yang belum terkirim sebelumnya karena keterbatasan kapasitas muatan.
Seluruh bantuan ini dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Teluk Bayur (Padang, Sumatera Barat), dilanjutkan ke Sibolga (Sumatera Utara), dan Aceh untuk didistribusikan. ( wa/ar)



