“Kedua agenda tersebut kami kombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, dan produk budaya berbasis inovasi dengan perlindungan IP, pengembangan T-shaped skills, transformasi produk budaya menjadi ekspor digital, dan branding agar lima produk budaya menembus pasar internasional pada 2030. Kami yakin dengan kekuatan Gen Z dan Alpha sebagai digital native generation, program ini akan mewadahi ruang kreatif mereka,” terang pria yang juga Ketua Banggar DPR RI itu.
PDI Perjuangan juga menegaskan perlunya pertumbuhan industri di Jawa Timur. Pasalnya, jika industrinya tumbuh, peluang menyerap lapangan kerja juga makin besar. Saat ini, industri di Jawa Timur masih didominasi oleh makanan, minuman, rokok dan tekstil.
“Kita menginginkan industri hilir tumbuh lebih massif. Apalagi kecenderungan, kawasan industri mulai bergeser ke tengah Jawa Timur makin eskpansif. Kebangkitan industri di Jawa Timur akan meningkatkan jumlah kelas menengah, sehingga mereka yang berada di garis kemiskinan akan lebih sedikit,” ujar Said Abdullah.
“Agenda-agenda strategis itu, akan kami putuskan di Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan se-Jawa Timur. Kami ingin mengubah sikap politik partai yang cenderung jargonisik menjadi agenda-agenda kerja kerakyatan yang terukur target-targetnya. Dengan demikian diperlukan perubahan dari cara kerja partai selama ini,” tutupnya. (Caa)



