Sementara itu Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM dalam sambutannya mengungkapkan, Kabupaten Blitar mempunyai berbagai potensi baik wisata, baik wisata alam maupun sejarah. Juga berpotensi di sektor peternakan, pertanian dan perkebunan. Sektor peternakan, dengan populasi ayam ras petelur sekitar 15 juta ekor , maka Kabupaten Blitar merupakan pemasok telur ayam terbesar ke-2 di Indonesia setelah Jabodetabek. Produksinya sekitar 450 ton per hari atau sekitar 30% dari produk nasional. Selain itu peternakan sapi perah dengan jumlah populasi 12 ribu ekor mampu menghasilkan produksi susu 150 ton/hari, menempati urutan ketiga di Jawa Timur. Kabupaten dengan sebutan Seribu Candi ini juga pengekspor ikan koi sampai ke seluruh negara Eropa seperti Jerman, Belanda dan Amerika.
Orang nomor satu di Indonesia ini juga menyampaikan bahwa, dalam waktu 3 tahun kepemimpinan ada investor yang telah berinvestasi di Kabupaten Blitar yakni, PT.RMA yang bergerak di bidang perkebunan pisang cavendis, PT.Greenfields dibidang peternakan sapi perah dan PT.Rejoso Manis Indo yang berinvestasi mendirikan pabrik gula.
Bupati Blitar juga mengingatkan, khusus untuk dairy farm 2 PT.Greendfields Indonesia peletakan batu pertamanya telah dilakukan pada 3 Mei 2017. Harapannya dengan keberadaan perusahaan ini mampu menyerap tenaga kerja, sehingga pendapatan masyarakat meningkat. Pada akhirnya visi Bupati/Wakil Bupati Blitar, Menuju Kabupaten Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing segera terwujud.
Peresmian PT.Greenfields oleh Menperin ini ditandai dengan penabuhan gong, penandatanganan prasasti, serta pengguntingan pita. Dalam kesempatan tersebut, Menperin dan rombongan yang didampingi Bupati Blitar dan jajarannya meninjau lokasi kandang sapi perah. (Humas)












