Masalah Lalu Lintas dan Tarif jadi Kendala Trem, Ini Pesan Jonan Pada Risma

oleh -0 Dilihat
Risma dan Jonan

Surabaya, cakrawalanews.co –

Rencana reaktivasi jalur trem disurabaya bakal menemui kendala yang cukup berarti. Pasalnya proyek yang telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT KAI, Kementerian Perhubungan dan Pemkot Surabaya yang dilaksanakan di Balai kota Surabaya pada Rabu (23/09) tersebut memiliki resiko mengganggu lalu lintas dan masalah tarif.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa moda trasnsportasi Trem ini jalurnya bersinggungan dengan jalan raya dan ini perlu di sosialiasasikan terkait masalah tertib lalu lintasnya.

” Trem ini jalurnya bersinggungan dengan jalan raya dan yang harus dilakukan Pemkot adalah mensosialisasikan masalah tertib berlalulintasnya” tutur Jonan.

Selain itu, Jonan juga mengingatkan kepada Pemkot Surabaya bahwa pihaknya harus melakukan subsidi kalau ingin tarifnya murah.

” Pemkot Surabaya harus memberikan subsidi jika ingin tarifnya nati murah” imbuh Jonan.

Jonan juga memperkirakan bahwa tarif untuk sekali naik Trem tersebut berkisar Rp 15 000 hingga Rp 20 000.

Terkait hal tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa untuk sosialisasi pihaknya sudah menyiapkan tim khusus untuk melakukan sosialisasi terkait masalah lalu lintas.

” Saya kira kita sudah ada tim dari unair masalah sosial transportasi masal dan tim inilah yang turun untuk sosialisasi” tutur Risma.

Sedangkan untuk masalah subsidi pihaknya masih belum bisa memastikan berapa persen biaya subsidi yang diberikan oleh pemkot namun, pemkot sudah berkomitmen untuk memberikan subsidi tarif.

” Kita belum bisa memastikan berapa subsidinya, nanti yang menghitung KAI berapa subsidi nanti bisa dilihat dari situ, yang jelas nanti fisiknya lebih murah karena ini menggunakan uang APBN karena kita tidak mengembalikan ke investor ” tutur Risma.

Sementara itu, Anggota komisi VI DPR RI Bambang Haryo menilai bahwa seharusnya Surabaya tidak menggunakan moda tranportasi Trem karena memiliki potensi mengganggu lalu lintas.

” Saya berharap Surabaya membangun monorel saja, jangan Trem karena kalau monorel tidak mengganggu lau lintas” kata Bambang.(cn01/mnhadi)