Oleh: Ki Sengkek Suharno
Pagi itu cuaca mendung meski tidak terjadi hujan tapi hawa dingin mengalahkan teriknya mentari yang bersembunyi dibalik awan ketika Antasena mengajak Diskusi Pancawala Putra Yudistira di serambi Keraton Amarta sambil menikmati secangkir kopi dan Pisang bakar.
Antasena merasa bahwa tahta yang dimiliki Duryodana Sang pemimpin kurawa atas Astinapura adalah tidak sah dan harus direbut kembali dengan tidak usah mengajak Pandawa selaku orangtua dari mereka dan menafikan Keniscayaan Bharatayuda yang digariskan para dewa.
Dengan kemampuanya terbang menguasai angkasa, ambles bumi menguasai tanah daratan serta menyelam kedasar samudra menjadikanya ksatria pilih tanding yang belum pernah kalah dengan siapapun Antasena merasa mampu mengalahkan Kurawa dan mengembalikan Hastinapura kepada Pandawa sebagai pewaris sahnya.
Meskipun Antasena akhirnya mampu melaksanakan itu semua dengan mengalahkan semua Kurawa dan menguasai Hastina pura tapi dia lupa bahwa Pandawa belum siap menerima Itu semua karena seluruh infastruktur kebatinan dan Sumber daya Manusia para Pandawa belum teruji dan terukur dengan melewati perjalanan karma dan takdir yang harus dijalani sebelum menerima tahta kerajaan sebesar Hastinapura.




