Surabaya, CakrawalaNews.co – Hampir delapan bulan tanpa berjualan membuat puluhan pedagang kaki lima (PKL) kerang di kawasan Waduk Unesa, Surabaya, berada dalam kondisi sulit.
Mereka berharap pemerintah memberikan tempat berjualan sementara sembari menunggu kejelasan pemanfaatan lahan milik PT SAS.
Persoalan tersebut kembali dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Surabaya.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, dengan menghadirkan pihak kecamatan, kelurahan, Satpol PP, serta perwakilan PKL.
Para pedagang menyampaikan bahwa mereka tidak meminta hak untuk menempati lahan secara permanen.
Mereka hanya berharap dapat kembali mencari nafkah selama lahan tersebut belum digunakan untuk pembangunan.
Perwakilan PKL kerang Waduk Unesa, Abah Dowan, mengatakan aktivitas berdagang di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurutnya, pedagang siap meninggalkan lokasi apabila pemilik lahan mulai menggunakannya untuk pembangunan.
“Kami ingin bisa berjualan lagi di sana. Kalau pembangunan sudah selesai dan lahan itu digunakan pemiliknya, kami siap pergi. Namun, saat ini pembangunan masih dalam tahap awal. Kami berharap masih diberi ruang untuk berjualan,” kata Dowan dalam RDP.
Dowan menjelaskan, para pedagang biasanya mulai berjualan pada sore hingga malam hari dengan menggunakan kendaraan Tosa.
Setelah aktivitas selesai, kendaraan dan barang dagangan dibawa pulang sehingga tidak ada bangunan atau lapak permanen yang ditinggalkan.



