Surabaya, CakrawalaNews.co – Jajanan pasar tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai makanan tradisional.
Seorang alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra mencoba membawanya ke ruang yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda melalui karakter dan cerita.
Veronica Singajaya mengembangkan karakter bernama Jelita untuk menghubungkan jajanan pasar dengan pengalaman anak muda yang sedang menjalani fase emerging adulthood.
Konsep itu dituangkan melalui komik pendek dan short animation di Instagram.
Ceritanya mengambil tema yang dekat dengan kehidupan Gen Z, seperti pencarian jati diri, tekanan sosial, pekerjaan, kebutuhan beristirahat, hingga proses bertumbuh.
“Karakter Jelita jadi representasi Gen Z di fase emerging adulthood. Lewat kampanye di Instagram, Jelita hadir dalam bentuk komik pendek dan short animation yang menceritakan berbagai pengalaman slice of life dari sudut pandang Jelita. Setiap cerita kemudian di-bridge dengan karakteristik dari masing-masing jajanan pasar,” urai gadis kelahiran Banjarmasin itu, Senin, 5 Oktober 2026.
Pendekatan tersebut membuat jajanan pasar tidak hanya berfungsi sebagai objek budaya.
Makanan seperti kue lapis, onde-onde, leker, putu, klepon, hingga carabikang ditempatkan dalam cerita yang dapat dikaitkan dengan pengalaman personal audiens.






