“Setiap jajanan memiliki cerita dan makna yang berbeda, sehingga pendekatan ini membuat jajanan pasar tidak terasa seperti objek budaya yang hanya perlu dipelajari, tapi menjadi sesuatu yang bisa dikaitkan secara personal dengan kehidupan audiens,” lanjutnya.
Gagasan tersebut terinspirasi dari pengalaman Veronica saat mengikuti student exchange di Dongseo University, Busan, Korea Selatan.
Ia juga menjadi satu-satunya penerima beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) dari Indonesia di angkatannya.
Dari pengalaman itu, Veronica melihat bagaimana Intellectual Property (IP) dapat digunakan untuk membawa unsur budaya kepada audiens yang lebih luas.
Konsep Jelita kemudian tidak berhenti di media sosial.
Veronica mengembangkan sejumlah produk pendukung, seperti keychain, sticker set, dan postcards, untuk memperkuat karakter tersebut sebagai sebuah IP.
Proyek itu juga menjadi bagian dari tugas akhirnya sebagai Petranesian Alumni DKV angkatan 2022.
Ruang pengenalan karya tersebut kemudian meluas setelah Jelita terpilih dalam Projection Mapping Showcase Jakarta Future Festival 2026.






