Surabaya, CakrawalaNews.co – Indonesia kerap disebut netizen sebagai “negara sawit” lantaran komoditas kelapa sawit begitu lekat dengan perekonomian dan kehidupan masyarakat.
Namun, di balik luasnya perkebunan sawit, masih ada pekerjaan rumah soal bagaimana memanfaatkan hasil samping perkebunan agar tidak berakhir menjadi limbah.
Salah satu jawabannya mulai dicoba Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat.
Melalui program Sapi Sehat, Limbah Sawit Bernilai, Peternak Berdaya, Tim Ekspedisi Patriot 13 membekali peternak dengan keterampilan mengolah pelepah kelapa sawit menjadi silase, yakni pakan alternatif untuk ternak sapi.
Pelatihan tersebut digelar di kandang sapi milik peternak di Prafi SP4, Kampung Udapi Hilir, pada beberapa waktu yang lalu.
Bukan sekadar teori, peternak langsung diajak mempraktikkan proses pengolahan pelepah sawit menjadi pakan.
Langkah ini menjadi menarik karena pelepah yang selama ini dapat dipandang sebagai sisa perkebunan justru berpotensi dimanfaatkan untuk menopang sektor peternakan.
Ketua TEP 13, Prof Dr Erma Safitri drh MSi, menjelaskan bahwa pelepah sawit memiliki kandungan serat dan lignin yang tinggi.
Karena itu, pelepah tidak bisa begitu saja diberikan kepada ternak tanpa melalui pengolahan.



