Surabaya, CakrawalaNews.co – Konflik Achmad Hidayat dengan Armuji tidak muncul begitu saja saat aksi di depan Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya pada Juli 2025 silam.
Setelah kejadian tersebut, Achmad membuka sejumlah persoalan internal partai yang menurut versinya menjadi latar belakang ketegangan dengan Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.
Salah satu yang disampaikan Achmad berkaitan dengan pertemuannya dengan Armuji pada November 2022.
Saat itu, menurut Achmad, keduanya bertemu setelah Armuji pulang dari ibadah umrah.
Dalam pertemuan tersebut, Achmad mengaku mendapat pembicaraan mengenai arah kepengurusan partai dan politik Surabaya.
Ia menyebut Armuji saat itu menyampaikan keinginan untuk kembali mendampingi Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya pada periode berikutnya.
Achmad juga mengklaim Armuji sempat membicarakan regenerasi di tubuh partai.
“Pak Armuji bilang: ‘Wis Barno, partai ben diurus sing enom, ben diurus Adi (udah biarin. Partai biar diurus yang muda. Diurus Adi). Aku mulai enom sampai tuo pegel mimpin rapat’ (Aku dari muda sampai tua, capek mimpin rapat),” beber Achmad.
Menurut Achmad, situasi kemudian berubah setelah Februari 2025.
Saat itu Armuji kembali diumumkan sebagai calon wakil wali kota untuk mendampingi Eri Cahyadi.
Achmad mengaku kembali dipanggil ke rumah dinas Armuji.
Ia menyebut pertemuan tersebut berkaitan dengan sikap politiknya yang tidak mengikuti barisan dukungan untuk Armuji.
“Saya tetap berpegang pada komitmen saya di 2022. Lalu saya dikatakan ‘tak udal-udal awakmu‘. Saya siap hadapi apa pun risikonya,” tegasnya.













