Surabaya. Cakrawalanews.co Masalah kekeringan tahunan yang terus berulang di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro dinilai perlu ditangani dengan pendekatan baru. Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, mendorong dan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Pemkab Tuban dan Bojonegoro untuk mengalihkan pola penanganan krisis air—dari sekadar respons darurat menjadi program ketahanan air terintegrasi dan memiliki jangka panjang.
Ony menegaskan, bantuan air bersih menggunakan truk tangki memang sangat dibutuhkan saat darurat. Namun, langkah tersebut tidak bisa terus-menerus dijadikan solusi utama setiap kali musim kemarau tiba.
“Bantuan air tangki tetap diperlukan sebagai penanganan darurat. Tetapi jangan sampai setiap musim kemarau kita kembali pada persoalan yang sama dan hanya mengandalkan dropping air,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tuban-Bojonegoro tersebut dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Secara geografis, wilayah Tuban dan Bojonegoro didominasi kawasan batu kapur (karst). Struktur batuan ini membuat air hujan cepat menyerap ke dalam tanah, sehingga cadangan air permukaan maupun sumber air warga menyusut drastis saat kemarau panjang.



