Cakrawala JatimCakrawala KeuanganCakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaIndeks

Sidak Eri Cahyadi soal Parkir Digital Tak Sia-sia, Setoran Jalan Tanjung Anom Melonjak Jadi Rp2,6 Juta

×

Sidak Eri Cahyadi soal Parkir Digital Tak Sia-sia, Setoran Jalan Tanjung Anom Melonjak Jadi Rp2,6 Juta

Sebarkan artikel ini
Sidak Eri Cahyadi soal Parkir Digital Tak Sia-sia, Setoran Jalan Tanjung Anom Melonjak Jadi Rp2,6 Juta
Sidak Eri Cahyadi soal Parkir Digital Tak Sia-sia, Setoran Jalan Tanjung Anom Melonjak Jadi Rp2,6 Juta
Surabaya, CakrawalaNews.co | Inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait penerapan sistem parkir digital mulai menunjukkan hasil. Setelah dilakukan pembenahan dan pengawasan langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub), pendapatan parkir di Jalan Tanjung Anom meningkat signifikan.
 
Eri mengungkapkan, setoran parkir di kawasan tersebut yang biasanya hanya mencapai sekitar Rp600 ribu pada Sabtu malam atau malam Minggu, kini melonjak menjadi Rp2,6 juta dalam satu malam.
 
“Yang membuat saya semakin terkejut adalah hasilnya. Biasanya setoran parkir pada Sabtu malam atau malam Minggu hanya sekitar Rp600 ribu. Namun kali ini setoran mencapai Rp2,6 juta dalam satu malam,” kata Eri, Rabu (29/7/2026).
 
Kenaikan tersebut terjadi setelah Eri melakukan sidak di kawasan Manyar, Dharmahusada, dan Dharmawangsa pada pekan sebelumnya. Saat itu, ia menemukan praktik pembayaran parkir yang masih dilakukan secara tunai, meski Pemkot Surabaya tengah mendorong penerapan sistem non-tunai.
 
“Di depan mata saya sendiri, saya melihat pembayaran parkir masih dilakukan secara tunai. Saya tanya (juru parkir) kenapa masih tunai. Dia menjawab bahwa dirinya belum mendapatkan rompi karena masih ada di kantor,” ujarnya.
 
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan memanggil jajaran Dishub ke lokasi. Eri meminta seluruh persoalan parkir segera dibenahi, termasuk kelengkapan atribut petugas dan penerapan sistem pembayaran non-tunai.
 
“Saya kemudian memanggil Kepala Dinas Perhubungan beserta kepala bidangnya. Di lokasi saya perintahkan agar mereka bertindak tegas. Kalau ada anak buah yang bermain-main atau melakukan penyimpangan, segera dibenahi. Kalau terbukti melakukan pungutan liar (pungli), pecat,” tegasnya.
 
Tak hanya melakukan pembenahan sistem, Eri juga meminta adanya evaluasi terhadap personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir. Dishub kemudian dilibatkan langsung dalam pengawasan titik-titik parkir untuk memastikan transaksi berjalan secara digital dan transparan.
 
Di Jalan Tanjung Anom, juru parkir tetap diberdayakan, namun petugas Dishub turut berjaga untuk memastikan pembayaran dilakukan secara non-tunai. Hasilnya, potensi pendapatan parkir di lokasi tersebut dapat terlihat lebih jelas.
 
“Di Jalan Tanjung Anom memang tetap melibatkan juru parkir, tetapi petugas Dishub ikut berjaga untuk memastikan seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai,” katanya.
 
Eri menilai lonjakan setoran tersebut menjadi bukti bahwa pembenahan pengelolaan parkir dan penerapan sistem non-tunai dapat membuka gambaran potensi pendapatan yang sebenarnya di setiap titik parkir.
 
Ke depan, pola pengawasan serupa akan diterapkan di berbagai lokasi. Dishub diminta menangani langsung titik parkir selama masa uji coba, sementara juru parkir tetap diberdayakan di lapangan.
 
“Dishub harus menangani langsung seluruh titik parkir, tetapi juru parkir tetap diberdayakan di lokasi. Dengan cara itu potensi setiap titik parkir bisa diketahui, mulai dari Jalan Blauran, Embong Malang, Manyar, Dharmahusada, Dharmawangsa hingga lokasi-lokasi lainnya,” tuturnya.
 
Selama uji coba, pendapatan parkir akan direkap setiap hari sebagai bahan evaluasi. Setelah sistem berjalan baik, pengelolaan dapat kembali melibatkan juru parkir dengan pengawasan yang tetap dilakukan.
 
“Karena itu saya meminta seluruh titik parkir ditangani langsung oleh Dishub selama satu minggu sebagai uji coba. Setelah itu bisa dikembalikan kepada juru parkir dengan catatan sistem pengawasannya tetap berjalan,” jelasnya.
 
Eri juga mengajak masyarakat ikut mendukung penerapan parkir non-tunai dengan melakukan pembayaran melalui sistem yang telah disediakan. Menurutnya, digitalisasi parkir merupakan bagian dari upaya menciptakan pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel.
 
“Bagi saya yang paling membahagiakan adalah evaluasi yang dilakukan Dishub tidak berhenti pada pembenahan, tetapi juga melahirkan inovasi,” katanya.
 
“Sebab sistem non-tunai ini saya jalankan sebagai amanah dari warga Surabaya dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk membantu saya dengan membayar parkir secara non-tunai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *