Surabaya. Cakrawalanews.co – Gelombang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diperkirakan mencapai 1,53 juta orang pada 2026 menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mengingatkan besarnya jumlah lulusan vokasi harus diikuti kebijakan yang mampu menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Jangan sampai bonus demografi yang dimiliki Indonesia justru berubah menjadi bonus pengangguran. Lulusan SMK harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, bukan menambah antrean pencari kerja,” tegas Wara Renny, Selasa (07/07/2026).
Berdasarkan data pendidikan tahun ajaran 2025/2026, jumlah siswa kelas XII SMK di Indonesia mencapai sekitar 1.529.042 orang. Angka tersebut menjadi pendekatan jumlah lulusan SMK tahun 2026, sambil menunggu data resmi pemerintah.
Menurut Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim tersebug, lulusan SMK merupakan tenaga kerja terampil yang dipersiapkan sejak awal untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya fokus meningkatkan jumlah lulusan tanpa memastikan tersedianya lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.



