Menurutnya, sektor manufaktur, industri kreatif, ekonomi digital, kendaraan listrik, energi baru terbarukan, hingga industri kesehatan merupakan sektor yang memiliki potensi besar menyerap lulusan SMK dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau kebutuhan industri dan kompetensi lulusan bisa dipertemukan, maka lulusan SMK tidak hanya mudah mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah,” jelasnya.
Bunda Renny menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari rendahnya angka pengangguran semata, tetapi juga dari kualitas pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat.
“Jawa Timur sudah menunjukkan tren yang baik dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak anak muda memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, dan memberikan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (caa)



