Tekan Tingginya HIV/AIDS di Jatim, Wakil Ketua DPRD, Sri Wahyuni : Semua Pihak Harus Terlibat
Surabaya. Cakrawalanews.co – Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah mengingat mayoritas penderita berada pada kelompok usia produktif yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan sosial.
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/BKKBN, Budi Setyono, mengungkapkan bahwa penyebaran HIV di Indonesia masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah dengan tingkat urbanisasi dan mobilitas penduduk yang tinggi.
Menurutnya, sekitar 76 persen kasus HIV nasional terkonsentrasi di 11 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, serta Kepulauan Riau.
“Konsetrasi kasus tersebut tidak terlepas dari tingginya urbanisasi, mobilitas penduduk, dan aktivitas ekonomi yang memperbesar interaksi sosial,” ujar Budi.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan, pada 2025 diperkirakan terdapat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui status kesehatannya.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sedangkan sekitar 55 persen berhasil mencapai supresi virus. Data ini menunjukkan masih banyak penderita HIV yang belum mendapatkan penanganan optimal dan berpotensi meningkatkan risiko penularan.
Yang menjadi perhatian, sebanyak 74 persen ODHIV yang teridentifikasi berada pada rentang usia 25 hingga 49 tahun. Kelompok ini merupakan usia produktif yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi dan pembangunan.












