Surabaya, cakrawalanews.co | Sebanyak 147.545 kartu keluarga (KK) di Surabaya hingga pertengahan April 2026 masih berstatus nonaktif sementara akibat tidak terdeteksi dalam survei Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dampaknya, warga yang terdampak belum dapat mengakses berbagai layanan publik maupun bantuan pemerintah.
Kebijakan ini merupakan bagian dari proses validasi data kependudukan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya guna memastikan ketepatan sasaran program intervensi sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat 148.537 KK yang dinonaktifkan per 31 Maret 2026. Setelah dilakukan publikasi dan proses klarifikasi sejak awal April, sebanyak 992 KK telah mengonfirmasi keberadaannya.












