Surabaya – Cakrawalanews.co | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan seluruh kendaraan operasional beralih ke listrik mulai Mei 2026 sebagai bagian dari strategi penghematan energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi, yang juga diiringi penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta imbauan penggunaan transportasi umum maupun kendaraan listrik dalam aktivitas kedinasan.
Sebagai langkah konkret, pemkot melakukan lelang kendaraan operasional yang telah berusia lebih dari tujuh tahun. Proses lelang tersebut telah dimulai pada pekan kedua April 2026 dan menjadi bagian dari penataan ulang aset sekaligus efisiensi anggaran energi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa kendaraan berbahan bakar minyak yang dilelang akan digantikan dengan kendaraan listrik melalui skema sewa. Menurutnya, langkah ini penting untuk menekan konsumsi BBM sekaligus menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang,” kata Eri saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, proses transisi akan dilakukan bertahap dan ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026, dengan catatan seluruh proses lelang kendaraan lama dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Eri mengaku telah meminta dukungan agar proses lelang dapat dipercepat sehingga pengadaan kendaraan listrik bisa segera direalisasikan.
“Saya kemarin juga ke KPKNL meminta supportnya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyampaikan bahwa total kendaraan operasional yang dilelang mencapai 85 unit. Rinciannya terdiri dari 70 unit kendaraan roda empat (R4), 13 unit roda dua (R2), dan 2 unit roda tiga (R3).
Menurut Wiwiek, sebagian kendaraan sudah masuk proses lelang, sedangkan sisanya dijadwalkan dilelang pada pekan ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya soal peremajaan aset, tetapi juga bagian dari upaya efisiensi energi secara menyeluruh.
“Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif,” kata Wiwiek pada 8 April 2026.
Proses lelang kendaraan dimulai sejak 13 April 2026 dan akan berlangsung hingga batas akhir penawaran pada 20 April 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengikuti lelang melalui situs resmi KPKNL di https://portal.lelang.go.id/ dengan mengikuti prosedur dan persyaratan yang berlaku.
Dari proses lelang tersebut, Pemkot Surabaya menargetkan pendapatan sebesar Rp6,3 miliar. Selain menambah pemasukan daerah, hasil lelang juga diharapkan mempercepat peralihan ke sistem transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Wiwiek menambahkan, langkah serupa sebenarnya telah dilakukan sejak 2024, ketika pemkot melelang puluhan kendaraan operasional kepala perangkat daerah (PD) dan menggantinya dengan kendaraan listrik berbasis sistem sewa.
“Kendaraan listrik itu kan juga sudah dilakukan ya, penghematan di posisi BBM. Kita menggunakan sistem sewa, artinya kami sudah melakukan efisiensi terhadap pemakaian BBM dan ada perbedaan yang signifikan terhadap penghematan,” pungkasnya.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Surabaya tidak hanya menata ulang aset kendaraan, tetapi juga mendorong perubahan pola penggunaan energi menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.
Berita Terkait
Berita Utama Lainnya













