Cakrawalanews.co- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Bojonegoro bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur melaksanakan penggeledahan kamar hunian warga binaan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas setempat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, pada Jumat menjelaskan bahwa razia ini merupakan bentuk sinergi bersama Kanwil Ditjenpas Jatim maupun Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan demi mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berintegritas. Menurutnya, tindakan ini sangat krusial untuk memastikan kondisi tetap terkendali bagi semua pihak. “Adanya razia kamar hunian ini menjadikan situasi lingkungan tetap aman, tertib dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas Lapas,” kata Hari Winarca.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jatim, Efendi Wahyudi, menyampaikan bahwa razia insidentil yang digelar pada Kamis malam merupakan langkah deteksi dini sekaligus bentuk penguatan fungsi pengawasan internal. Di Bojonegoro, Jawa Timur, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah wujud komitmen kolektif. “Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan dan komitmen bersama dalam menciptakan Lapas yang aman dan tertib,” kata Efendi Wahyudi.
Efendi memaparkan bahwa rangkaian razia diawali dengan apel dan pengarahan untuk memastikan petugas bekerja secara humanis dan profesional namun tetap disiplin.
Tim kemudian menyisir kamar hunian secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan badan hingga area pribadi warga binaan. “Hal ini sebagai upaya antisipasi peredaran barang terlarang seperti alat komunikasi, narkotika maupun benda tajam yang berpotensi mengganggu keamanan,” jelasnya.
Meskipun dilakukan pemeriksaan secara ketat, hasil razia tidak menemukan adanya narkotika maupun barang terlarang yang membahayakan. Efendi menutup dengan apresiasi terhadap jalannya kegiatan yang tetap sesuai standar.
“Namun pelaksanaan razia yang memperhatikan standar operasional prosedur yang berlaku dapat berjalan tertib, aman dan kondusif,” katanya. ( wa/at)













