Cakrawalanews.co – Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo secara resmi memperkuat sistem keamanan dan pelayanan di kawasan wisata Gunung Bromo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat menyusul insiden pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand yang terjadi di wilayah tersebut baru-baru ini.
Sebagai langkah awal, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Probolinggo bersama Polsek Sukapura serta perwakilan desa penyangga yang meliputi Desa Ngadisari, Wonokerto, Jetak, Ngadas, dan Ngadirejo telah menggelar rapat koordinasi khusus. Pertemuan ini bertujuan untuk menata ulang sekaligus mengembalikan situasi kondusif di destinasi unggulan Jawa Timur tersebut.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah. “Kegiatan itu menjadi langkah strategis untuk menata ulang sekaligus mengembalikan situasi keamanan dan kenyamanan wisatawan di destinasi unggulan Kabupaten Probolinggo,” ujar Heri dalam keterangan resminya pada Sabtu (21/2).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimka, operator jip wisata, hingga tokoh masyarakat tersebut, Heri menekankan bahwa keselamatan pengunjung adalah harga mati. “Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Rakor yang telah kami gelar sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan Gunung Bromo tetap aman, tertib dan nyaman bagi wisatawan, sehingga berharap kejadian yang merugikan wisatawan tidak terulang kembali,” tambahnya.
Rencana pembenahan ini akan mencakup aspek teknis maupun regulasi di lapangan. Pemkab Probolinggo berencana menata ulang titik parkir resmi, meningkatkan patroli gabungan, serta mendorong pemasangan CCTV di area-area yang dinilai rawan kriminalitas. Heri juga menyebutkan bahwa aturan bagi pengemudi dan pelaku jasa wisata akan dipertegas agar pelayanan semakin profesional.
Terkait kasus kehilangan barang milik wisatawan Thailand, saat ini Polres Probolinggo masih melakukan proses penanganan serius. Heri mengimbau agar seluruh pelaku wisata meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat jalur pelaporan jika terjadi insiden. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi harus berjalan cepat dan terintegrasi agar setiap kejadian di lapangan dapat ditangani dengan sigap oleh aparat maupun instansi terkait.
Sinergi antara pelaku wisata, pemerintah desa, dan perangkat daerah lainnya dinilai sangat krusial untuk mempertahankan citra Probolinggo di mata dunia. “Keamanan kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Gunung Bromo akan tetap menjadi destinasi yang aman dan dipercaya wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Heri menutup pernyatannya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Probolinggo Ajun Komisaris Besar Polisi M. Wahyudin Latif menegaskan komitmen pihaknya untuk mengungkap kasus pencurian tersebut secara profesional. Polri menjamin akan terus memberikan rasa aman bagi seluruh wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, yang berkunjung ke kawasan Bromo.( wa/ar)












