Cakrawalanews.co- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melakukan terobosan baru dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Sebanyak 179 personel pelatih dari Mabes TNI dan Polri diterjunkan untuk menempa calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) intensif selama satu bulan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menjelaskan bahwa keterlibatan unsur TNI dan Polri bertujuan untuk menghadirkan pelayanan prima bagi jemaah.
Mengingat ibadah haji merupakan 90 persen ibadah fisik, para petugas dituntut memiliki stamina dan ketahanan mental di atas rata-rata. Diklat yang dimulai pada Sabtu (10/1/2026) ini memiliki empat sasaran utama, yaitu kebugaran fisik, ketangguhan mental, kompetensi teknis sesuai fungsi, serta penguatan ikatan antarpelaksana.
Pada pekan pertama, para calon petugas difokuskan pada latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Metode ini dipilih bukan sekadar formalitas, melainkan untuk melatih kedisiplinan serta kebiasaan mematuhi instruksi komando secara cepat dan tepat. Dendi menekankan bahwa mental seorang petugas harus sepenuhnya berorientasi pada pelayanan atau service mindset yang tangguh sebagai pelayan tamu Allah.
Salah satu kebijakan tegas yang diambil Kemenhaj tahun ini adalah komitmen petugas saat puncak haji di Arafah. Petugas yang belum berhaji diperbolehkan menunaikan rukun Islam kelima tersebut, namun mereka dilarang menanggalkan seragam dinas saat wukuf demi kemudahan identifikasi dan kelancaran pelayanan jemaah.
Konsekuensinya, petugas wajib membayar dam atau denda karena mengenakan pakaian berjahit yang melanggar larangan ihram. Kebijakan ini dinilai adil mengingat petugas mendapatkan prioritas berhaji tanpa harus menunggu antrean panjang jemaah reguler.
Memasuki pekan kedua, pelatihan akan bergeser pada penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) spesifik, mulai dari layanan bandara, akomodasi, katering, hingga kesehatan dan pusat media.
Melalui pola pelatihan yang mengedepankan disiplin militer dan jiwa korsa ini, Kemenhaj optimistis penyelenggaraan haji 2026 akan jauh lebih terorganisir dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jutaan jemaah asal Indonesia.( an/ar)












