“Jembatan ini menyatu dengan lingkungan, beda dengan yang lain,” tandasnya.
Ditanya soal desain dan penambahan-penambahan apa yang dirasa kurang, Wali Kota Perempuan pertama di surabaya ini menuturkan, desain jembatan merupakan garapannya sendiri.
Selain itu, lanjut Wali Kota Risma, jembatan Ujung Galuh sudah rampung 100 persen, hanya saja, masih perlu penambahan lampu, traffic light, pelebaran jalan dan penataan taman serta penambahan jogging track di sekitar jembatan.
“Nanti di sekitar taman akan dibuat jogging track. Bahannya, terbuat dari potongan-potongan sandal jepit, jadi kalau diinjak tidak sakit. Ya, itung-itung daur ulang barang bekas, sayang kalau nggak dimanfaatkan,” ungkapnya.
Ditanya kapan rampungnya jembatan ratna, Wali Kota Risma menuturkan akhir bulan ini diusahakan selesai.
“Pak Irvan (Kepala Dinas Perhubungan) minta waktu 2 minggu untuk menyelesaikan pemasangan rambu dan lain-lain, insyallah bulan ini selesai,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Irvan Wahyu Drajad mengatakan bahwa proses pemasangan rekaya lalu lintas serta pendukung untuk rambu marka jalan sudah selesai. Tinggal proses pemasangan traffic light dan CCTV.
“Direncanakan selesai akhir Maret sekaligus uji operasional,” terang Irvan.
Usai melakukan sidak di jembatan Ujung Galuh, Wali Kota Risma beranjak ke rumah pompa yang terletak di jalan Flores. Disana, Wali Kota Risma memamerkan kondisi rumah pompa yang tampak berbeda dari sebelumnya.



