“Kegiatan ini juga menempa loyalitas kepada Pemerintah Kota Malang dan NKRI, serta mengetahui dasar-dasar kedisiplinan dan peraturan pemerintah umum. Karena mereka sebagai TPOK saat diangkat sebagai pegawai BP2D kan tidak disumpah seperti ASN,” beber mantan Kabag Humas Setda Kota Malang ini.
Siang harinya, agenda dilanjutkan di kelas dengan pemateri Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Setda Kota Malang, Drs Mulyono M.Si.
Bukan tanpa alasan bila para petugas TPOK BP2D mendapat gemblengan seperti ini.
“Karena petugas pajak daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan prima kepada masyarakat dituntut memiliki etos kerja tinggi di samping tentunya kapabilitas dan kualitas SDM yang mumpuni” ujar Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.
Tahapan rekrutmen TPOK BP2D sendiri diawali dengan pembukaan lowongan pada 5-9 Januari lalu. Selama lima hari dibuka, tercatat 620 pelamar memasukkan berkas pendaftaran.












