“Kami melihat penting bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan komunikasi dan literasi digital yang baik. Dunia kerja dan ruang publik saat ini menuntut generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menyampaikan gagasan dengan cara yang beretika,” tambahnya.
Salah satu peserta, Rizka Putri, mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru dari kegiatan ini.
“Saya jadi paham bahwa menjadi influencer bukan hanya soal viral, tapi tentang menyebarkan pesan yang benar dan bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MKGR Surabaya berupaya menghadirkan ruang dialog dan pembelajaran bagi mahasiswa agar mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya kritis terhadap isu sosial, tetapi juga aktif membangun pengaruh positif di masyarakat.
“Kami berharap peserta yang hadir bisa menjadi influencer muda yang berintegritas bukan hanya populer, tapi juga mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungannya,” pungkas Achmad.












