“Prinsip reformasi menegaskan: TNI kembali ke barak, bukan ke ranah siber. Kita menolak segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan digital,” ujarnya.
Melalui forum ini, BEM Nusantara Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk mengawal setiap proses legislasi yang berdampak pada kebebasan sipil dan demokrasi digital.
Mahasiswa berjanji akan terus menggelar forum-forum serupa di berbagai kota, guna memperkuat literasi kritis publik terhadap kebijakan negara yang berpotensi membatasi ruang berekspresi.
Acara ditutup dengan refleksi bersama dan foto solidaritas bertajuk “Demokrasi Siber untuk Semua”. Seruan itu menjadi simbol komitmen mahasiswa Jawa Timur untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap setiap bentuk otoritarianisme yang bersembunyi di balik wajah digitalisasi negara.












