Eri mengatakan, kesalahan admin medsos pejabat publik bukan kali pertama terjadi. Beberapa admin medsos pejabat publik juga pernah melakukannya.
“Terlepas dari itu semua, sikap anak muda admin medsos itu yang mau meminta maaf dan mengakui kesalahan adalah hal yang baik. Tinggal bagaimana kita dewasa menyikapinya dengan memberi maaf ke yang bersangkutan,” ujarnya.
“Anak muda dalam perjalanannya bisa jadi ada kesalahan dalam tindakan. Namun sejarah anak-anak muda adalah sejarah pembelajaran hidup. Kearifan datang dari sana. Kebijaksanaan muncul dari pengalaman pahit agar ke depan bisa semakin baik lagi,” ujarnya.
Eri Irawan menambahkan, kerja nyata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ke depan perlu terus didorong agar semakin membawa banyak kemaslahatan bagi publik Kota Pahlawan.
Eri Irawan mencatat sejumlah capaian kinerja wali kota Surabaya, mulai dari perbaikan ribuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga pembangunan infrastruktur, mulai dari pengendalian banjir sampai pengurai kemacetan.
“Kami memantau detil kinerja Pemkot Surabaya. Tentu belum sepenuhnya sempurna, tetapi sudah berada di jalur yang benar, bahkan sangat progresif,” ujar Eri kepada media, Minggu (2/11/2025).












