Nantinya, lanjut Irvan, apabila calo atau crew bus Sari Indah yang berada di dalam video sudah ditangkap, dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “Nanti yang menindaklanjuti penegak hukum sesuai dengan prosedur,” ujarnya.
Menurut Irvan, kejadian pemerasan yang dilakukan calo atau crew bus Sari Indah disebabkan karena penumpang tidak mengetahui jalur masuk bus. Irvan menduga, calon penumpang yang ada di dalam video tersebut masuk melalui pintu keluar.
Hal ini, lanjut Irvan yang membuat para calo dengan leluasa mengelabuhi calon penumpang. “Biasanya penumpang langsung ditarik dan dipaksa. Sulit memang, membedakan crew atau calo bus,” ungkapnya.
Kendati demikian, kata Irvan, kejadian semacam ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, dishub telah memfasilitasi pemesanan tiket secara online dengan nama e-tiket bagi penumpang yang ingin menggunakan moda transportasi bus. “Salah satu fasilitas ini untuk menghindari sekaligus mengamankan penumpang dari praktek calo,” kata pria alumnus Institut Sepuluh November tersebut.












