Meski demikian, pihaknya memahami sikap optimistis Pemkot yang menargetkan seluruh BUMD menghasilkan dividen minimal Rp1 miliar ke atas. Namun, ia menilai target tersebut seharusnya mempertimbangkan kondisi finansial dan daya dukung masing-masing perusahaan daerah.
“Direksi RPH sebenarnya sudah menyampaikan keberatan, tapi karena tuntutan harus bisa, akhirnya diterima. Sekarang mereka harus punya cara baru, pola baru, dan inisiatif untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya menambahkan.
Lebih jauh, ia mendorong RPH agar tidak hanya mengandalkan aktivitas pemotongan hewan semata, tetapi juga mulai memanfaatkan aset-aset produktif yang dimiliki.












