Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran intensif mengenai prinsip dasar keamanan pangan dan higienitas dapur, prosedur sanitasi penjamah makanan dan lingkungan kerja, pencegahan kontaminasi silang dan risiko mikrobiologi, serta penanganan, penyimpanan, dan distribusi bahan pangan secara aman.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan Learning Management System (LMS) Penjamah Pangan sebagai media pembelajaran berkelanjutan. Melalui kombinasi teori dan praktik langsung, peserta dilatih untuk mengidentifikasi risiko, melakukan tindakan pencegahan, serta menerapkan prosedur standar keamanan pangan di unit kerja masing-masing.
Usai mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta memperoleh sertifikat kompetensi penjamah pangan yang diterbitkan oleh BGN sebagai pengakuan resmi atas kemampuan mereka dalam menjaga mutu dan keamanan pangan di lapangan.
Pelaksanaan Bimtek ini menjadi wujud nyata komitmen BGN dalam memperkuat sistem keamanan pangan dari tingkat lokal hingga nasional. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang higienis, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menekan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di masyarakat.












