“Saya berharap KPI melakukan langkah-langkah sesuai aturan atas tayangan ini. Sebagai lembaga yang mengawasi tayangan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan yang mengandung SARA ini,“ tambahnya
Dedi juga menyayangkan mengapa tayangan yang disiarkan Trans7 pada 13 Oktober 2025 bisa lolos hingga dilihat banyak pemirsa TV. “”Saya sangat menyayangkan kok bisa lolos, apalagi ini dengan narasi yang sangat menyudutkan pondok pesantren, “ tuturnya sedih.
Akibat tayangan ini gelombang protes luas dari kalangan santri, alumni pesantren, hingga masyarakat umum. Episode tersebut dinilai menampilkan sosok KH Anwar Manshur, pendiri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiat Kompleks Lirboyo, secara tidak proporsional dan sarat narasi menyesatkan.



