Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, lanjutnya, menyatakan siap membantu proses evakuasi maupun memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan moril maupun materiil, untuk para korban dan keluarga terdampak.
“Solidaritas dan gotong royong adalah kekuatan kita. Saatnya seluruh masyarakat Jawa Timur bersatu, berdoa, dan saling menguatkan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo 28/09/2025) sekira pukul 15.15 WIB, menjadi tragedi kemanusiaan yang menimbulkan duka mendalam.
Data hingga Kamis (2/10/2025) mencatat 108 santri terdampak, 18 di antaranya berhasil dievakuasi petugas, sementara lainnya menyelamatkan diri secara mandiri. Lima santri dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.



