“Maka jelas manfaatnya sangat nyata. Pertanyaan kami, mengapa dalam RAPBD 2026 tidak tampak dukungan Pemprov untuk menyiapkan infrastruktur sosial, ekonomi, maupun dukungan kelembagaan bagi program tersebut?,” terangnya.
Usai paripurna, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa dirinya telah bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut ada sekitar 920an dapur MBG yang sudah beroperasi, sedangkan 2100 yang sedang dipantau progresnya. “Apabila progresnya lambat maka dilakukan roll back,” katanya.












