Selain itu, Bunda Rini menilai bahwa kesadaran orang tua, juga perlu dibangun. Karenanya, Pemkot Surabaya menjalankan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) untuk mengedukasi keluarga tentang pentingnya pendidikan usia dini.
“Jadi (prasekolah) bukan sekadar tambahan waktu, tapi bekal untuk masa depan anak dalam pembentukan karakter mulai usia dini, golden age,” ujarnya.
Untuk memastikan semua anak Surabaya mendapat kesempatan prasekolah, pemkot membentuk jejaring Bunda PAUD mulai tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Mereka bergerak bersama turun ke lapangan untuk mendata anak usia 5-6 tahun yang belum bersekolah.
“Ada yang belum sekolah, ada yang tidak mau sekolah, itu kami data, kami datangi satu-satu. Kalau tidak mau sekolah, kami ajak ngobrol, cari solusi,” jelas Bunda Rini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas perangkat daerah (PD).
“Alhamdulillah, sinerginya baik. Bunda PAUD sangat support, sehingga kami bisa fokus memberikan layanan di satuan pendidikan. Kalau ada anak yang mau sekolah tapi terkendala biaya, langsung dicarikan solusi,” ujar Yusuf.

Yusuf menekankan, meskipun TK dan PAUD tidak menjadi syarat formal untuk masuk SD, manfaat prasekolah ini terlihat nyata. Anak menjadi lebih mandiri, bahkan dalam hal sederhana seperti memakai baju sendiri.
“Itu bentuk kemandirian. Jadi orang tua akan percaya menitipkan anaknya,” katanya.
Selain membangun karakter, pendidikan di PAUD Surabaya juga diintegrasikan dengan literasi, numerasi, serta nilai agama yang dikemas secara menyenangkan.











