Cakrawala Surabaya

Kecamatan Wonokromo Jadi Pilot Project Wilayah Bebas Limbah Popok dan Pembalut Sekali Pakai

×

Kecamatan Wonokromo Jadi Pilot Project Wilayah Bebas Limbah Popok dan Pembalut Sekali Pakai

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Surabaya Bebas Sampah Popok
Sosialisasi Surabaya Bebas Sampah Popok

Melalui edukasi ini, pihaknya berharap dapat meminimalisir praktik tersebut. “Dan ini salah satunya, (kami) mencoba (edukasi) popok yang bisa dipakai ulang,” jelasnya.

Rokhim juga menjelaskan, limbah popok sekali pakai sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Selain mencemari sungai, tumpukan sampah juga berpotensi menyumbat saluran dan menyebabkan banjir. “Di sisi lain kalau dibuang di Kalimas, ini kan menjadi salah satu sumber utama air PDAM kita,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap program ini dapat menjadi solusi berkelanjutan sekaligus mengurangi volume sampah popok yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Semoga dengan adanya salah satu alternatif ini, bisa mengurangi sampah ke saluran dan mengurangi sampah yang kita buang ke TPA. Jadi bisa menjadi salah satu alternatif, solusi, yang bisa diimplementasikan di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Founder dan CEO Bumbi, Celia Siura, menegaskan bahwa Kecamatan Wonokromo dipilih menjadi lokasi pilot project untuk Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge.

“Yang dimana jika Wonokromo ini berhasil, akan direplikasi di seluruh Kecamatan Kota Surabaya. Yuk, sama-sama Surabaya bebas sampah popok dan pembalut,” ujar Celia.

Ia juga menjelaskan bahaya popok sekali pakai tidak hanya karena butuh 500 tahun untuk terurai, tetapi juga mengancam ekosistem sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *