“Kesiapan mental dalam menjalankan tugas yang berat harus benar-benar dipastikan. Kami mendorong adanya seleksi yang lebih ketat, termasuk tes psikologi, mental, dan ideologi, agar hal seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia pun menyinggung soal anggaran paskibra Surabaya yang cukup besar. Dengan dana yang tersedia, ia berharap proses rekrutmen dan pembinaan bisa dilakukan secara maksimal.
“Anggaran paskibra itu besar, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar kita punya pasukan pengibar bendera yang benar-benar siap,” jelasnya.












