Pada kesempatan tersebut, AHY menyampaikan tiga agenda utama yang menjadi sorotan: tantangan global, dinamika ekonomi dunia, dan peran strategis Indonesia ke depan.
Pertama, AHY menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini dihadapi bangsa-bangsa di dunia. Ia menyinggung konflik yang sedang terjadi seperti perang Rusia-Ukraina, tragedi kemanusiaan di Palestina, serta ketegangan di kawasan Asia Tenggara seperti Laut Cina Selatan, Thailand, dan Kamboja.
“Geopolitik global semakin panas, dan kita harus memahami bahwa sebagai warga dunia, kita tidak bisa lepas dari dampaknya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konflik global sering kali menempatkan perempuan dan anak-anak sebagai korban utama. Karena itu, generasi muda harus memiliki empati global dan pemahaman lintas batas.
Agenda kedua yang disampaikan adalah dinamika ekonomi internasional. AHY menyinggung kebijakan proteksionis seperti perang dagang dan tarif yang dipicu oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, perubahan kebijakan di negara besar seperti Amerika Serikat bisa memberikan dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia dan kawasan.












