Kemudian kegiatan ditutup dengan doa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa syukur, memohon kelancaran dalam pembelajaran, dan memperkuat nilai spiritual serta toleransi di lingkungan sekolah.
Bunda Rini menambahkan, kegiatan Pagi Ceria juga merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak. Dimana kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jenjang pendidikan PAUD, TK dan SD.
“Ini kita laksanakan serentak di seluruh sekolah TK maupun SD. Jadi di masing-masing wilayah ada Bunda PAUD kecamatan dan Bunda PAUD kelurahan yang menemani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa peringatan HAN 2025 menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pengasuhan yang layak.
“Termasuk hak administrasi kependudukan harus dipenuhi keseluruhan. Nah, kegiatan yang kami lakukan ini merupakan bagian kecil dari pemenuhan hak anak dari sisi kesehatan,” jelas Ida.











