Advertorial

Wali Kota Eri Cahyadi Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying

×

Wali Kota Eri Cahyadi Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau MPLS di Surabaya beberapa waktu lalu
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau MPLS di Surabaya beberapa waktu lalu

Wali Kota Eri berharap anak-anak mendapatkan ruang untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi non-akademik, seperti seni, olahraga, hingga keterampilan.

“Apa pun bakat dan minat anak, mari kita dukung sepenuhnya. Saya sangat berharap orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengeksplorasi hobi dan bakatnya,” imbuhnya.

Langkah progresif ini mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI RI, Nia Nurhasanah, mengungkapkan kekagumannya atas pelaksanaan MPLS di Surabaya yang dinilai aman, ramah, dan menggembirakan.

“Jika di rumah mereka disayangi orang tua, di sekolah baru pun mereka harus merasa sama. Mereka diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan,” kata Nia saat meninjau kegiatan di TK-KB Bung Karno, Komplek Graha Bunda PAUD, Surabaya.

Nia menilai kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Pemkot Surabaya sejalan dengan program prioritas nasional seperti Wajib Belajar 13 Tahun, Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah Anak, dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). “Ini merupakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antara program prioritas kami dengan Pemkot Surabaya,” imbuhnya.

Sekolah Ramah Anak di Surabaya
Sekolah Ramah Anak di Surabaya

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memastikan bahwa prinsip Sekolah Ramah Anak telah diterapkan di seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Setiap sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik lokalnya.

“Sudah diterapkan di semua sekolah, tergantung inovasi apa saja yang dibuat sekolah dan nanti kita evaluasi,” jelas Yusuf.

Ia menjelaskan bahwa prinsip sekolah ramah anak mencakup lingkungan yang edukatif dan rekreatif, serta memperkuat pendidikan karakter siswa dalam aspek religius, akademik, dan pengembangan bakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *