“Total Down Payment saya Rp5 juta, angsurannya Rp1.060.000 per bulan dengan tenor 240 bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Hunian Layak, Mohammad Saifuddin menyoroti ketersediaan lahan di Surabaya yang masih memungkinkan untuk pengembangan perumahan MBR, terutama di kawasan barat dan timur.
“Surabaya punya lahan di barat dan timur, meski kontur lahannya berbeda. Di timur, pembangunan vertical housing masih sangat mungkin,” kata politisi Demokrat tersebut.
Berdasarkan data, Kendal menargetkan pembangunan 3.400 unit rumah bagi MBR dari total 34.000 warga MBR yang terdata. Skema pemanfaatan lahan Bank Tanah Negara dianggap sebagai langkah efektif dan berkelanjutan.
“Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penyusunan Raperda Hunian Layak Surabaya agar lebih adaptif, mengutamakan kebutuhan warga MBR, serta memperhatikan keberlanjutan konsep hunian yang ramah lingkungan,” pungkas Saifuddin.












