Ia lalu mengungkapkan, hasil pendataan tahun 2019, dimana terdapat 2.742 desa rawan bencana di Jatim. Data itu lalu mengalami peningkatan saat update pendataan tahun 2024 menjadi 5.254 desa, karena adanya indikator baru dalam penentuan desa rawan bencana.
Lantaran tingginya jumlah desa rawan bencana ini, ia berharap apa yang dilakukan BPBD Jatim bisa diikuti BPBD Kabupaten/Kota di Jatim dengan menggandeng unsur penthahelix lainnya.
“Karena ancaman bencana itu dinamis, bisa berkembang setiap waktu. Dan bencana adalah urusan bersama,” terangnya. (Caa)












