Diiringi lantunan salawat dan iringan rebana, warga duduk melingkar bersama dalam satu barisan kenduri rakyat.
Ketua DPP PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengajak masyarakat—terutama generasi muda—untuk meneladani semangat, jiwa, dan pemikiran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa.
“Sebagai bangsa, kita semua—khususnya Gen Z dan milenial—meneladani semangat, jiwa, dan pemikiran Bung Karno,” ucap Said.
Dia menegaskan bahwa yang paling relevan dari ajaran Bung Karno adalah Trisakti—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—yang masih menjadi harapan kolektif bangsa hingga hari ini.
“Yang paling relevan, Trisakti Bung Karno yang pasti menjadi harapan bersama,” katanya.
Sedang Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya haul akbar yang dikemas secara kultural dan merakyat.
Dia menegaskan bahwa Bung Karno adalah anugerah besar bagi republik ini. Bukan hanya sebagai pemimpin nasional, tapi sebagai tokoh dunia yang mampu menyatukan rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang.
“Karena republik kita dianugerahi tokoh besar Bung Karno. Pemikiran dan karya beliau melintasi zaman,” ujarnya.












