CakrawalaNews.co – Komisi VII DPR RI menegaskan pentingnya penguatan lembaga standardisasi dan sertifikasi di wilayah timur Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Novita H, dalam kunjungan kerjanya ke Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon, Kamis (12/6/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Novita menyoroti peran BSPJI dalam mendukung potensi ekonomi lokal, khususnya industri minyak kayu putih di Ambon yang dinilai sebagai aset nasional.
“BSPJI Ambon sudah bekerja dengan baik, tetapi kami menerima laporan adanya praktik pencampuran bahan tambahan di tingkat pengepul yang membahayakan konsumen,” ujarnya.
Untuk itu, Novita meminta pemerintah daerah, melalui dinas terkait, agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha di sektor tersebut. Hal ini penting mengingat sebagian besar produk minyak kayu putih dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Novita juga menyoroti kesenjangan pelayanan standardisasi antara Ambon dan Papua. Menurutnya, BSPJI Ambon perlu proaktif melakukan pendekatan jemput bola ke Papua guna menjangkau pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang belum terlayani.
“Di Papua banyak IKM yang berkembang tapi masih minim akses terhadap fasilitas uji dan sertifikasi. Ini perlu dijangkau agar pelayanan standardisasi merata,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti tantangan geografis Kota Ambon yang sebagian besar wilayahnya berupa laut. Novita mendorong adanya kebijakan khusus dari pemerintah pusat dalam alokasi anggaran, guna memperkuat infrastruktur dan fasilitas industri di daerah kepulauan.
“Kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kota seperti Ambon mendapat perlakuan khusus dalam penganggaran,” tegas legislator asal Dapil Maluku itu.
Di akhir kunjungannya, Novita juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif, termasuk sektor musik yang menjadi identitas budaya Ambon. Ia mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperluas program inkubasi musik hingga ke daerah-daerah.
“Ambon punya potensi besar di sektor musik. Saya harap program inkubasi tidak hanya terpusat di Jawa, tapi menjangkau seluruh Indonesia,” pungkasnya.



