Menurut Kuncar, tidak berlebihan bila Bung Karno menyebut Surabaya sebagai “dapur nasionalisme”. Di sinilah benih-benih perjuangan dan ideologi kebangsaan itu mulai tumbuh dan berkembang.
Setiap Juni, bangsa ini memperingati Bulan Bung Karno. Momentum ini, menurut Wali Kota Eri, harus dimanfaatkan untuk menyegarkan kembali semangat nasionalisme, terutama bagi generasi muda.
“Surabaya punya tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat jejak sejarah Bung Karno. Ini bagian dari identitas kota ini,” tandas Eri.
Dengan napak tilas sejarah dan revitalisasi kawasan bersejarah, Pemkot Surabaya ingin memastikan bahwa warisan Bung Karno tidak sekadar jadi kenangan, tapi menjadi inspirasi bagi masa depan.













